PALU – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Palu melakukan penyesuaian jam operasional loket pelayanan selama bulan suci Ramadan 1447H.
Meski ada perubahan waktu, Bapenda memastikan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap maksimal dan menjadi prioritas utama.
Plt Sekretaris Bapenda Kota Palu, Syarifudin, menjelaskan bahwa jam masuk kantor yang biasanya dimulai pukul 07.30 WITA, kini bergeser menjadi pukul 08.00 WITA.
“Jam operasional loket dibuka pada pukul 08.00 WITA. Tutupnya juga mengalami penyesuaian. Jika hari biasa tutup pukul 16.45 WITA, selama Ramadan ini maju menjadi pukul 15.45 WITA,” ujar Syarifudin di Palu, Rabu, 18 Februari 2026.
Selain jam operasional, waktu istirahat petugas loket pun dipangkas menjadi hanya 30 menit, yakni mulai pukul 12.00 hingga 12.30 WITA.
Khusus untuk hari Jumat, pelayanan direncanakan hingga pukul 11.30 WITA, namun Syarifudin menegaskan bahwa pihaknya bersifat fleksibel melihat kondisi di lapangan.
”Kalau antrean masih banyak, terutama untuk pengurusan PBB atau BPHTB, petugas kami akan tetap melayani sampai selesai. Kami tidak akan menutup loket jika masyarakat masih memegang nomor antrean,” tegasnya.
Sistem Shift dan Optimalisasi Petugas Perempuan
Untuk mengantisipasi lonjakan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang biasanya ramai menjelang batas waktu tertentu, Bapenda telah menyiapkan sistem shift bagi petugas.
”Kami mengatur jadwal agar pelayanan tidak terhenti. Petugas perempuan kami optimalkan karena mereka tidak memiliki kewajiban salat Jumat, sehingga pelayanan di hari Jumat bisa tetap berjalan dengan sistem bergantian,” tambah Syarifudin.
Syarifudin juga mengimbau masyarakat untuk mulai beralih ke mekanisme pembayaran non-tunai atau transfer antar-rekening. Hal ini sejalan dengan kerja sama RKUD Kota Palu yang kini dikelola melalui Bank BTN.
Meski demikian, Bapenda tetap menyediakan layanan pembayaran tunai di loket bagi masyarakat yang belum memiliki akses perbankan digital.
“Bagi yang memiliki dana di rekening, kami sarankan transfer saja agar lebih praktis. Namun, bagi yang membawa uang tunai, tetap kami layani dengan ramah. Tidak boleh ada masyarakat yang dipersulit karena pajak PBB ini nilainya bervariasi, ada yang hanya puluhan ribu rupiah,” pungkasnya.
Saat ini, Bapenda juga tengah melakukan pembenahan fasilitas loket di kantor agar lebih representatif. Selama proses rehabilitasi tersebut, layanan pembayaran juga didukung oleh unit mobil operasional Bank BTN yang bersiaga di area kantor. (*)











