PALU – Perkumpulan Tenis Meja (PTM) Ali Topan Club Kota Palu menyelenggarakan Halal Bihalal 1447 H/2026 M. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar untuk mempererat silaturahmi dan tali persaudaraan yang berlangsung di Gelanggang PTM Ali Topan Palu, Sabtu malam (4/4/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Merajut Kembali Persaudaraan dan Memperkuat Solidaritas Melalui Olahraga Tenis Meja Bersama PTM Ali Topan Club Kota Palu”.
Selain dihadiri oleh keluarga besar PTM Ali Topan, acara ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus Paguyuban Setyo Budi Palu.
Ketua Umum PTM Ali Topan Club Kota Palu, Prof. Dr. Winarko Efendi, MM., MH., menyampaikan bahwa momentum ini menjadi ajang bagi para anggota untuk saling memaafkan, terutama bagi mereka yang tidak sempat bertemu saat hari raya karena mudik.
”Malam ini kita bisa bertemu dan bersama-sama saling memaafkan atas segala kesalahan dan kekurangan. Tahun ini kita laksanakan secara sederhana untuk internal, mengingat situasi ekonomi yang sedang prihatin dan kondisi saudara-saudara kita di belahan dunia lain yang sedang dilanda konflik,” ujar Prof. Winarko.
Meskipun dilaksanakan secara sederhana, Prof. Winarko menekankan pentingnya menjaga kepedulian sosial. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran anak-anak dari Panti Asuhan Al-Hakim yang rutin diundang dalam setiap kegiatan PTM Ali Topan.
”Kami memiliki program Jumat Berkah dan setiap ada kegiatan, baik ulang tahun klub maupun halal bihalal, kami selalu mengundang adik-adik dari panti asuhan sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian kami,” tambahnya.
Acara ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustad Ir. H. Safran Rinaldi (Direktur PT Hafifa Palu) yang memberikan pencerahan tentang makna kemenangan dan pentingnya menjaga kerukunan antar sesama.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Paguyuban Setyo Budi Palu, Mayor CPM Maryoto, SE., Ak., M.AP., serta beberapa tokoh paguyuban lainnya seperti Ketua Umum Paguyuban Kesenian Ekawandowo, Drs. Karyono, dan perwakilan dari kerukunan keluarga lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan solidaritas antar pencinta olahraga tenis meja dan berbagai komunitas paguyuban di Kota Palu dapat terus terjaga, sekaligus menjadi pemantik semangat untuk saling membantu di tengah situasi ekonomi yang menantang. (*)











