PALU – Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Palu, Muhammad Akmal, menegaskan kesiapan pihaknya dalam mendukung Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu membuka layanan penerbangan internasional.
Hal ini disampaikan usai rapat koordinasi dengan Kepala Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyo Hadi, yang dilanjutkan meninjau kesiapan sarana prasarana bandara di Palu, Selasa, 3 Februari 2026.
“Imigrasi Palu siap mendukung penuh upaya tersebut melalui persiapan teknis dan administratif guna memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional dan berintegritas,” ucap Akmal.
Kanim Palu telah berkoordinasi mengenai penyiapan sarana prasarana (sapras) dan jalur lintas penumpang internasional yang berbeda dengan penumpang domestik.
Beberapa poin kesiapan Imigrasi mencakup personel dan peralatan. Imigrasi Palu akan menyiapkan lima petugas setiap harinya secara bergantian untuk melakukan pemeriksaan dokumen.
Sementara untuk peralatan berupa perangkat teknis dukungan dari pusat melalui Ditjen Imigrasi serta koordinasi hibah peralatan dari pemerintah daerah dan Dinas Perhubungan.
Dengan dibukanya penerbangan internasional nantinya, Imigrasi melihat peluang pembukaan rute dalam rangka umrah agar direct flight atau langsung ke Jeddah.
Sementara itu, Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri, Prasetiyo Hadi, menyatakan bahwa sesuai regulasi Kementerian Perhubungan, layanan penerbangan internasional wajib melibatkan unsur CIQ (Custom, Immigration, and Quarantine).
Saat ini, pihaknya terus berproses melakukan pembenahan pada terminal keberangkatan dan kedatangan internasional.
”Rencana tentatif dari pihak maskapai, penerbangan perdana dijadwalkan pada 17 April 2026,” ujar Prasetiyo.
Adapun rute yang direncanakan adalah Palu – Guangzhou (Tiongkok) dan sebaliknya, yang akan dilayani oleh maskapai China Southern. (*)











