Palu

Wali Kota Palu Rotasi 16 Kepala OPD, Hadianto: Harus Disikapi Secara Positif

×

Wali Kota Palu Rotasi 16 Kepala OPD, Hadianto: Harus Disikapi Secara Positif

Sebarkan artikel ini
USAI PELANTIKAN - Hadianto didampingi Wakil Wali Kota Imelda Liliana menyalami para Kepala OPD yang dilantik di Gedung Kesenian Kota Palu, pada Rabu (07/01/2026). FOTO: IST

PALU – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, melakukan rotasi 16 kepala OPD Pejabat Tinggi Pratama. Pelantikan dan pengambilan Sumpah/Janji Jabatan di Gedung Kesenian Kota Palu, pada Rabu (07/01/2026).

Pelantikan yang dipimpin Hadianto didampingi Wakil Wali Kota Imelda Liliana merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Palu dalam memperkuat kinerja birokrasi guna mencapai target-target pembangunan yang telah ditetapkan.

Adapun 16 pejabat eslon II b yang dilantik masing-masing;
• Yudhi Riyani Firman, S.Sos, M.Si., Staf Ahli Bidang Sosial dan Budaya Kota Palu
• Nathan Pagasongan, S.Sos., M.Si., Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan
• Nawab Kursaid, S.Sos, M.Si., Sekretaris DPRD Kota Palu
• Dra. Irmawati Alkaf, M.Si., Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian
• Zulkifli, S.Sos, M.Si., Kepala Dinas KOperasi dan UMKM
• Dr. Royke Abraham, M.A.P., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
• Ridwan Mustapa, S.Sos, M.Adm.KP., Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana
• Ansyar Sutiadi, S.Sos, M.Si., Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga
• Asharrini Mastura, SE, M.Si., Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan
• Lukman S.Pt, M.M., Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
• Amiruddin, Sh, M.M., Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
• Mohammad Ridwan Karim, S.Sos, M.Si., Kepala Dinas Pariwisata
• Muhamad Akhir Armansyah, S.Sos, M.Si., Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik
• Dr. Drs. John Yus Madoli, M.Si., Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM
• Abidin, S.Ip., Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
• Didi Bakran, S.H, M.Si., Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah.

Dalam arahannya, Wali Kota Hadianto menegaskan bahwa mutasi jabatan hendaknya disikapi secara positif.

Menurut wali kota, mutasi bukanlah penilaian bahwa pejabat yang dipindahkan tidak berkinerja baik, melainkan upaya untuk memantapkan gerak kerja organisasi.

“Terutama kepada para kepala dinas dan badan yang mengalami mutasi, saya berharap ini disikapi secara positif. Mutasi ini adalah bagian dari strategi kita untuk memperkuat kinerja dan mencapai target bersama. Bukan berarti para kepala dinas yang dimutasi ini tidak baik, justru saudara-saudara adalah figur terbaik yang telah mendampingi kami selama satu periode kepemimpinan,” ujar wali kota.

Wali Kota Hadianto menyampaikan bahwa capaian kinerja para pejabat selama ini menunjukkan hasil yang baik, namun masih diperlukan penguatan di beberapa sisi untuk menutupi kekurangan yang ada.

Oleh karena itu, mutasi dilakukan sebagai langkah penyempurnaan. Wali kota menegaskan bahwa mekanisme mutasi kini lebih dinamis dibandingkan sebelumnya.

“Kalau dulu mutasi harus menunggu dua tahun, sekarang dua bulan ke depan pun bisa saja dilakukan. Karena itu saya berharap kita semua benar-benar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” tegas wali kota.

Dalam kesempatan tersebut, wali kota menekankan pentingnya pakta integritas yang telah ditandatangani oleh seluruh kepala dinas.

Wali kota bahkan menyampaikan bahwa pakta integritas tersebut tidak hanya ditandatangani, tetapi dibacakan secara rinci olehnya.

“Pakta integritas itu saya bacakan satu per satu, dari jam sembilan pagi sampai jam tiga subuh. Bukan hanya untuk mengetahui pandangan kita terhadap sesuatu, tapi sebagai bentuk keseriusan komitmen,” ungkap wali kota.

Wali Kota Hadianto menyebut para pejabat sebagai pejuang Kota Palu yang menjadi tumpuan utama dalam keberhasilan pembangunan daerah.

“Kalian adalah pejuang Kota Palu. Kota Palu sangat bersandar pada kalian. Tidak ada urusan suka atau tidak suka dalam penempatan jabatan. Semua memiliki dasar pertimbangan dan itu menjadi tanggung jawab saya,” kata wali kota.

Wali kota juga mengingatkan agar pakta integritas dijadikan sebagai wujud komitmen kerja bersama yang benar-benar dijalankan, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk masa depan daerah dan generasi mendatang.

Lebih lanjut, wali kota menegaskan sejumlah fokus kerja yang harus menjadi perhatian serius, di antaranya penanganan stunting, pengurangan pengangguran terbuka, serta peningkatan kinerja aparatur secara lebih optimal dan terukur.

Meski Kota Palu telah meraih penghargaan terkait penanganan stunting, wali kota menilai angka-angka yang ada masih memerlukan perhatian dan kerja keras bersama.

Dalam arahannya, wali kota juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian sebelumnya yang berhasil meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

“Dari target awal Rp300 hingga Rp500 juta, dalam dua tahun pendapatan mampu mencapai Rp3,7 miliar. Namun yang kita kejar bukan hanya pendapatan, tetapi juga pengelolaannya. Jika dikelola dengan baik, berbagai persoalan akan terjawab,” jelas wali kota.

Wali kota turut menekankan bahwa setiap jabatan adalah strategis dan tidak boleh dipandang sebelah mata.

Mutasi, lanjut wali kota, bukan semata-mata untuk mengisi jabatan, tetapi untuk memastikan roda pemerintahan berjalan optimal.

Ke depan, Wali Kota Hadianto berharap penerapan e-office dan sistem SanguPalu dapat segera diselesaikan agar seluruh kinerja perangkat daerah dapat terukur dengan baik.

Wali kota juga mewajibkan seluruh kepala dinas aktif dan mudah dihubungi selama 24 jam, kecuali dalam kondisi tertentu.

Menutup arahannya, wali kota mencontohkan kinerja Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) yang dinilainya sudah menunjukkan pola kerja yang efektif dan disiplin.

“Semua harus bekerja, bukan hanya satu dua orang. Fokus berpikir dan fokus bekerja. Tunaikan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya,” pungkas wali kota. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *