Pendidikan

SPMB SMPN 2 Palu Gugurkan Ratusan Pendaftar, Kepsek Erik Blak-blakan

×

SPMB SMPN 2 Palu Gugurkan Ratusan Pendaftar, Kepsek Erik Blak-blakan

Sebarkan artikel ini
KEPALA SMPN 2 PALU, ERIK RUBEN | FOTO: NARATORIA

PALU – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online tingkat SMP di Kota Palu telah berakhir. Namun, lonjakan pendaftar yang membludak menyisakan cerita tersendiri di SMP Negeri 2 Palu, di mana hampir 500 calon siswa dinyatakan gugur dan tidak lulus seleksi.

Dari total sekitar 860 pendaftar yang masuk, SMPN 2 Palu hanya memiliki daya tampung sebanyak 352 siswa. Kuota tersebut dibagi ke dalam empat jalur, yakni jalur domisili (40%), jalur prestasi akademik dan non-akademik (35%), jalur afirmasi (20%), serta jalur mutasi (5%).

​Kepala SMPN 2 Palu, Erik Ruben, mengungkapkan bahwa sebagian besar ketidaklulusan ratusan calon siswa tersebut bukan karena persaingan nilai atau kuota semata, melainkan akibat kekeliruan teknis dari pihak orang tua saat melakukan pendaftaran.

“Ada beberapa penyebab ketidaklulusan, terutama terkait domisili. Ini adalah kekeliruan—bukan kesalahan ya, kekeliruan orang tua dalam mendaftarkan anaknya,” ungkap Erik Ruben saat ditemui di Palu, Selasa (7/7/2026).

​Rentetan Kekeliruan Teknis Orang Tua

Menurut Erik, masalah utama pada jalur domisili adalah ketidaksesuaian titik koordinat rumah dengan alamat yang didaftarkan.

Padahal, sistem sudah memberikan peringatan di awal agar pendaftar menyesuaikan titik koordinat berdasarkan tempat tinggal asli sebelum melanjutkan proses.

​Selain masalah koordinat, banyak orang tua yang keliru mengunggah berkas dengan format foto biasa (JPEG). Padahal, sistem secara tegas meminta dokumen dalam format PDF, sehingga data mereka tidak terbaca oleh sistem.

​Erik juga menyoroti adanya kontradiksi pilihan jalur yang diambil oleh orang tua karena kurangnya pemahaman. Ia mencontohkan kasus di mana seorang calon siswa memilih jalur domisili pada pilihan pertama, namun memilih jalur mutasi pada pilihan kedua.

​”Ini kan kontroversi. Pilihan pertamanya domisili karena dekat sekolah, tapi pilihan keduanya diambil mutasi ke SMP lain. Jalur mutasi itu kan diperuntukkan bagi siswa yang perpindahan tugas orang tuanya antar kabupaten/kota, dan kuotanya hanya 5%,” jelas Erik.

​Ketika memilih jalur mutasi, pendaftar diwajibkan mengunggah SK mutasi kerja orang tua. Karena tidak dipenuhi, akhirnya data mereka secara keseluruhan otomatis ditolak oleh sistem.

Diduga Menggunakan Jasa Pihak Ketiga

Erik menduga kekeliruan ini kerap terjadi karena orang tua menggunakan jasa pihak ketiga atau “jasa pendaftaran” dadakan agar prosesnya cepat, namun berujung pada data yang tidak sinkron. Padahal, pihak sekolah sudah mengantisipasi hal ini jauh-jauh hari.

​”Kami sudah menggelar sosialisasi langsung dan simulasi pendaftaran bagi orang tua murid lulusan SD pada satu hari sebelum pendaftaran resmi dibuka,” ucapnya.

​Kendati demikian, Erik menegaskan bahwa sistem PPDB online saat ini sudah sangat transparan dan dikelola langsung dari pusat, sehingga menutup celah adanya intervensi dari pihak sekolah maupun dinas.

​Ia mengimbau masyarakat tidak perlu cemas bagi anaknya yang belum diterima. Menurutnya, kualitas sekolah negeri di Kota Palu saat ini sudah merata dan bagus, terbukti dari sekolah-sekolah lain yang kini kuotanya juga sudah terpenuhi penuh.

Laksanakan MPLS Ramah

Setelah merampungkan proses SPMB, SMPN 2 Palu kini tengah mengalihkan fokus pada pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru yang dinyatakan lolos.

​Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, MPLS tahun ini dilaksanakan selama 5 hari dengan mengusung konsep “MPLS Ramah”.

​”MPLS tahun ini namanya MPLS Ramah. Ada tiga tahapan yang harus dilakukan sekolah, yaitu persiapan/perencanaan, pelaksanaan, dan nanti evaluasi. Dalam tahap perencanaan, kami sudah membuat jadwal, kepanitiaan, dan yang terpenting adalah melakukan sosialisasi pelaksanaan MPLS ini kepada orang tua siswa sebelum kegiatan dimulai,” pungkas Erik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *