PALU – Teror bom molotov menyasar SMKN 2 Palu di Jl Setia Budi. Aksi ini terjadi sebanyak dua kali dalam sepekan, yakni pada Sabtu (3/10/2026) malam dan Selasa (6/10/2026) dini hari.
Wakil Kepala SMKN 2 Palu, Mohammad Rauf, menyatakan bahwa pihak sekolah belum mengetahui pasti motif di balik penyerangan tersebut.
Pasalnya, perselisihan yang sempat terjadi sebelumnya telah diselesaikan secara kekeluargaan dan damai.
”Kami kurang tahu motif penyerangan ini. Kasus sebelumnya kan sudah selesai dan damai. Tapi tiba-tiba ada oknum yang melakukan pelemparan bom molotov secara berkelompok,” ujar Rauf saat memberikan keterangan pada Selasa (6/10/2026).
Akibat penyerangan ini, kaca pada ruangan Bimbingan Konseling (BK) pecah akibat terkena lemparan. Beruntung, kobaran api dari bom molotov tidak sampai membakar gedung sekolah.
Dari rekaman CCTV, aksi terbaru pada Selasa subuh memperlihatkan dua orang pelaku yang berboncengan menggunakan satu unit sepeda motor.
Pihak sekolah bergerak cepat dengan melaporkan kejadian ini ke pihak Kepolisian dan Cabang Wilayah I Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng.
”Kami sudah resmi melapor ke kepolisian. Harapan kami pelaku bisa cepat ditangkap dan diusut tuntas motifnya. Kami khawatir jika dibiarkan akan ada aksi susulan yang membahayakan aset dan fasilitas sekolah,” tegas Rauf.
Untuk mencegah terjadinya aksi balasan, pihak sekolah telah mengumpulkan siswa SMKN 2 Palu dengan memberikan imbauan agar tidak terprovokasi dan menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak berwajib. (*)











