Palu

Kasus Perselisihan Dua Wartawan Palu, Tokoh Poboya Dorong Jalur Damai

×

Kasus Perselisihan Dua Wartawan Palu, Tokoh Poboya Dorong Jalur Damai

Sebarkan artikel ini
THALIB | FOTO: IST

PALU – Perselisihan hukum yang melibatkan dua jurnalis di Kota Palu mendapat perhatian dari sejumlah tokoh masyarakat di Kelurahan Poboya. Mereka berharap perkara tersebut dapat diselesaikan melalui jalur damai dan kekeluargaan.

Kasus ini bermula dari laporan dugaan pengancaman melalui pesan WhatsApp yang dilayangkan seorang jurnalis bernama Moh.Nasir Tula sekaligus warga kelurahan poboya, terhadap Ikram, yang juga berprofesi sebagai jurnalis. Kedua pihak diketahui saling mengenal baik dan memiliki hubungan pertemanan sejak lama

Sebelumnya, Nasir menjelaskan bahwa komunikasi tersebut dipicu oleh perbedaan pandangan terkait pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan rakyat di Poboya.

“Saya hanya menegur agar jangan langsung menyebut tambang Poboya ilegal, karena di sana banyak warga yang menggantungkan hidup untuk keluarga mereka. Saat ini mereka juga sedang berjuang mempertahankan hak atas tanah ulayat agar tetap bisa mencari nafkah di wilayahnya sendiri,” kata Nasir.

Ia mengakui sempat terpancing emosi setelah merasa tegurannya tidak direspons, sehingga kembali mengirim pesan yang kemudian dipersoalkan dan dilaporkan kepada pihak kepolisian Ditressiber Polda Sulteng.

Menanggapi persoalan tersebut, Tokoh Pemuda Poboya, Thalib, berharap kedua belah pihak dapat mengedepankan musyawarah dan penyelesaian secara kekeluargaan.

“Kami berharap kedua belah pihak dapat berdamai. Kami tidak menyalahkan siapa pun karena setiap persoalan tentu memiliki sebab dan akibat. Harapan kami, masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik,” ujar Thalib di kediamannya, Selasa (28/7/2026).

Menurut Thalib, pernyataan tersebut mewakili harapan sebagian pemuda Poboya yang menginginkan suasana tetap kondusif dan tidak terjadi perselisihan berkepanjangan.

Ia juga berharap pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan rakyat di Poboya dilakukan secara berimbang dengan mengedepankan prinsip konfirmasi kepada seluruh pihak terkait.

“Jika ada pemberitaan mengenai aktivitas tambang rakyat di Poboya, kami berharap media juga melakukan konfirmasi kepada masyarakat maupun pihak yang berwenang agar informasi yang disampaikan utuh dan berimbang,” katanya.

Thalib menambahkan, masyarakat Poboya selama ini lebih banyak memilih menahan diri ketika muncul pemberitaan yang dinilai belum memuat penjelasan dari berbagai pihak. Karena itu, ia berharap komunikasi yang lebih baik dapat mencegah kesalahpahaman serupa di kemudian hari.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Poboya, Yayan Sofyan, juga berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui mediasi.

Menurut Yayan, laporan yang diajukan Ikram diduga dipicu oleh respons emosional Nasir terhadap pemberitaan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat penambang di Poboya.

“Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Sepengetahuan kami, saudara Nasir telah lebih dahulu berupaya meminta maaf kepada saudara Ikram maupun kepada ibunya,” ujar Yayan, Rabu (29/7/2026).

Yayan mengajak kedua belah pihak untuk kembali membangun hubungan baik sebagai sesama insan pers. Ia juga mempersilakan siapa pun, termasuk kalangan media, untuk datang langsung ke Poboya guna melihat kondisi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan rakyat.

“Kami terbuka kepada siapa saja yang ingin memperoleh informasi secara langsung maupun melihat kondisi masyarakat di Poboya. Harapannya, informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih komprehensif,” katanya.

Lebih lanjut, Yayan menilai persoalan pertambangan rakyat di Poboya juga memerlukan perhatian pemerintah, terutama terkait kepastian regulasi dan proses legalitas kegiatan yang telah berlangsung sejak lama.

Menurutnya, aktivitas pertambangan di Poboya tidak hanya menjadi sumber penghidupan bagi warga setempat, tetapi juga masyarakat dari berbagai daerah.

Ia berpendapat, keberadaan aktivitas tersebut telah menciptakan lapangan pekerjaan dan memberikan dampak ekonomi bagi banyak keluarga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *