Daerah

Lindungi Ibu dan Anak dari Risiko Stunting, Kepala DP2KB: Jaga Jarak Hamil

×

Lindungi Ibu dan Anak dari Risiko Stunting, Kepala DP2KB: Jaga Jarak Hamil

Sebarkan artikel ini
HERRI MULYADI | FOTO: IST

SIGI – Sebagai langkah nyata menekan angka stunting, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Provinsi Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan DP2KB Kabupaten Sigi menggelar Edukasi KB Pascasalin dan Pendampingan Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada Selasa (15/9/2026).

​Acara yang dipusatkan di Kantor Penyuluh KB Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas P2KB Provinsi Sulawesi Tengah, drg. Herri, M.Kes.

Dalam pengarahannya, Herri menegaskan bahwasanya program KB pascasalin memegang peranan amat strategis untuk mencegah stunting. Menurutnya, pengaturan jarak kelahiran usai persalinan menjadi poin krusial yang wajib diperhatikan oleh setiap keluarga.

“Menjaga jarak kehamilan setelah melahirkan merupakan salah satu kunci dalam mencegah berbagai risiko terhadap ibu dan anak. Jarak kehamilan yang terlalu dekat dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan mengalami masalah gizi yang pada akhirnya dapat menjadi salah satu faktor risiko stunting,” ujarnya.

​Herri menaruh harapan besar agar sosialisasi KB pascasalin ini sanggup mendongkrak kesadaran Pasangan Usia Subur (PUS) dalam merancang kehamilan secara matang, sekaligus menentukan opsi kontrasepsi yang paling cocok dengan kebutuhan serta kondisi keluarga.

Edukasi tersebut menyasar berbagai lapisan masyarakat, meliputi pasangan usia subur, ibu hamil, ibu menyusui, ibu nifas, hingga para kader. Seluruh peserta dibekali wawasan mengenai vitalnya perencanaan kehamilan, manfaat KB pascasalin, hingga efektivitas pemanfaatan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP).

​Guna memberikan pemahaman yang komprehensif, kegiatan ini menghadirkan jajaran narasumber kompeten dari DP2KB Kabupaten Sigi, di antaranya Kepala Bidang K3 DP2KB Kabupaten Sigi bersama Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Sigi.

​Melalui agenda edukatif ini, para peserta diharapkan dapat menyerap wawasan dan pemahaman yang lebih mantap terkait pentingnya merencanakan kehamilan sejak masa sebelum hamil hingga usai persalinan.

Dengan begitu, PUS, ibu hamil, ibu menyusui, maupun ibu nifas terdorong untuk mampu merencanakan kehamilan secara presisi serta mempertimbangkan MKJP sebagai salah satu solusi KB pascasalin pilihan.

​Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Kepala Bidang KBKS DP2KB Provinsi Sulawesi Tengah bersama jajaran Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kabupaten Sigi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *