Pendidikan

Perkuat Referensi Akademik, Untad Dapat Hibah 3.048 Buku dari Tiongkok

×

Perkuat Referensi Akademik, Untad Dapat Hibah 3.048 Buku dari Tiongkok

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA - Rektor Universitas Tadulako (Untad) didampingi jajaran menerima hibah buku dari Pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional dan pertukaran pengetahuan global, baru-baru ini. FOTO: HUMAS UNTAD

PALU – Universitas Tadulako (Untad) dengan menerima hibah buku dari Pemerintah Tiongkok sebagai bagian dari penguatan kerja sama akademik internasional dan pertukaran pengetahuan global, Selasa, 31 Maret 2026.

Berdasarkan dokumen resmi yang diterima, total 3.048 eksemplar buku telah diserahkan kepada Universitas Tadulako, sebuah jumlah yang sangat signifikan dan mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung pengembangan literatur akademik di lingkungan kampus.

Koleksi ini mencakup berbagai judul strategis yang sebagian besar merupakan karya penting terkait pemikiran dan kebijakan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, termasuk seri The Governance of China serta tulisan-tulisan lain yang membahas tata kelola negara, pembangunan ekonomi, hubungan internasional, dan arah transformasi Tiongkok modern.

Buku-buku tersebut kini menjadi bagian dari koleksi Perpustakaan Universitas Tadulako. Dalam konteks akademik, buku-buku yang diterima Universitas Tadulako memiliki nilai strategis yang sangat tinggi.

Koleksi ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber literatur utama bagi mahasiswa dan dosen dalam memahami model pembangunan alternatif di luar paradigma negara-negara Barat.

Selain itu, referensi penelitian dalam bidang ekonomi pembangunan, kebijakan publik, hubungan internasional, teknologi, dan studi kawasan Asia.

Rektor Untad, Prof.Dr. Ir. Amar S.T., M.T dalam keterangannya mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia menyebut hibah ini sebagai langkah strategis dalam memperkaya sumber belajar di lingkungan kampus.

“Alhamdulillah Universitas Tadulako mendapatkan bantuan buku dari China. Tentunya kami sangat mengapresiasi  hal tersebut, karena buku-buku ini dapat menjadi sumber dan  bahan literasi bagi kita,” ujarnya, Selasa, 7 April 2026.

Ia juga menegaskan bahwa koleksi ini berpotensi menjadikan Untad sebagai salah satu kampus dengan koleksi buku berbahasa Mandarin terbanyak di Indonesia.

Untuk itu, pihaknya mengharapkan koleksi ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh mahasiswa, dosen, peneliti, dan masyarakat umum, menjadi sumber inspirasi dalam menghasilkan penelitian dan kebijakan yang berdampak bagi pembangunan daerah, nasional, maupun global.

Jumlah 3.048 buku dan cakupan materi yang komprehensif menjadikan Universitas Tadulako kini memiliki akses terhadap salah satu kumpulan literatur paling representatif mengenai model pembangunan Tiongkok, yang dalam beberapa dekade terakhir telah menunjukkan kemajuan luar biasa di tingkat global.

Koleksi tersebut kini dapat diakses oleh civitas akademika Universitas Tadulako dan juga masyarakat luas di Perpustakaan Universitas Tadulako. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *