PALU – Kepala Kantor Imigrasi Palu, Muhammad Akmal, menerima kunjungan kerja Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, di kantornya, Selasa (14/7/2026).
Selain untuk melakukan penggantian paspor pribadinya, kunjungan bupati juga bertujuan untuk mempererat koordinasi terkait pelayanan dan pengawasan keimigrasian di wilayahnya.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya didampingi jajaran berdiskusi dan saling berbagi informasi (sharing) mengenai potensi sumber daya alam Parigi Moutong yang saat ini tengah menarik minat banyak investor asing, khususnya di sektor pertambangan emas dan industri buah durian.
”Saat ini Parigi Moutong menjadi daya tarik tersendiri bagi investor luar, baik di bidang pertambangan maupun komoditas durian. Oleh karena itu, kami ingin ada koordinasi yang baik dengan pihak Imigrasi agar kita bersama-sama bisa memantau aktivitas orang asing yang masuk ke daerah kami,” ujar Erwin.
Merespons hal itu, Kepala Imigrasi Palu, Muhammad Akmal, menegaskan bahwa jajarannya sangat mendukung iklim investasi daerah. Pihaknya berjanji akan mengawal dan mempermudah proses perizinan bagi para investor asing sepanjang mematuhi regulasi keimigrasian yang berlaku.
”Kami dari pihak Imigrasi sangat mendukung masuknya investor asing. Kami akan memberikan kelonggaran dan kemudahan bagi mereka untuk memantau keadaan daerah terlebih dahulu, namun dengan catatan tetap berada dalam pengawasan ketat oleh Imigrasi, Kepolisian, dan TNI melalui Timpora,” jelas Akmal.
Ia juga menambahkan agar pihak luar yang masuk untuk berinvestasi di sektor pertambangan dan perkebunan wajib mendapatkan rekomendasi resmi dari Bupati serta dinas terkait seperti ESDM dan Pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Erwin Burase juga memaparkan perkembangan pesat industri durian di Parigi Moutong. Saat ini, wilayah tersebut telah memiliki 17 packing house (gudang pengemasan) durian yang telah beroperasi secara aktif untuk melakukan ekspor langsung ke China.
”Sejak tahun 2025, pintu ekspor langsung dari Parigi Moutong ke China telah dibuka melalui Pelabuhan Pantoloan, setelah sebelumnya ekspor kita harus melalui Thailand. Mengingat sebagian besar pengusaha packing house ini berasal dari China, koordinasi pengawasan dan fasilitasi keimigrasian menjadi sangat krusial,” tutur Erwin.
Erwin juga membeberkan bahwa tingginya permintaan durian ekspor ini sukses mendongkrak kesejahteraan petani lokal. Harga durian yang tadinya hanya berkisar Rp35.000 per kilogram kini melesat hingga mencapai Rp95.000 per kilogram.
Namun, pemenuhan kuota ekspor tersebut baru menyentuh angka 2% dari total kebutuhan pasar di China. Pertemuan ini juga mengantisipasi rencana pembukaan kembali rute penerbangan internasional langsung dari Guangzhou (China) ke Palu yang sempat tertunda.
Banyak turis dan pelaku bisnis asal China dikabarkan sangat antusias untuk berkunjung ke Parigi Moutong guna menikmati langsung buah durian langsung di bawah pohonnya.
Menyikapi hal tersebut, Pemkab Parigi Moutong tengah menyiapkan destinasi wisata durian serta infrastruktur pendukungnya. Olehnya, pertemuan ini kata Bupati Erwin sekaligus membahas peluang membuka Kantor Imigrasi di wilayahnya.
”Kalau dimungkinkan, kita akan menyiapkan lahan,” tandas Bupati.
Merespons hal tersebut, Kepala Imigrasi Akmal menyatakan pihaknya siap mendukung penuh. Jika memang dibutuhkan dan memenuhi syarat, pihak Imigrasi Palu siap bergerak dalam pembentukan kantor layanan imigrasi di Kabupaten Parigi Moutong demi mempermudah pelayanan paspor dan pengawasan dokumen keimigrasian di wilayah tersebut.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bersama Imigrasi Palu sepakat untuk membentuk Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).
Langkah ini dinilai mendesak menyusul maraknya aktivitas tambang ilegal serta adanya kasus pendeportasian sejumlah warga negara asing (WNA) yang tidak terdeteksi di wilayah Parigi Moutong sebelumnya.
Rencananya, kegiatan penguatan Timpora ini akan dibuka langsung oleh Bupati bersama Kepala Imigrasi Palu pada pertengahan Agustus 2026 mendatang di Kabupaten Parigi Moutong. (*)











