Oleh: Hj Sitti Norma Mardjanu SH M.Si MH*
KEMAJUAN kebudayaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Kebudayaan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga merupakan sumber nilai, identitas, karakter, dan kekuatan sosial yang harus terus dikembangkan sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat.
Dalam konteks pengembangan budaya dan adat istiadat, diperlukan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dunia pendidikan, pelaku seni dan budaya, media, serta dunia usaha. Sinergi tersebut penting agar pelestarian budaya tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi gerakan bersama yang memiliki arah, program, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dunia usaha juga memiliki peran strategis dalam memajukan kebudayaan melalui dukungan terhadap ekonomi kreatif, industri kerajinan, kuliner tradisional, tenun, seni pertunjukan, pariwisata berbasis budaya, serta pengembangan produk lokal yang mengangkat identitas dan kearifan lokal. Dengan demikian, kebudayaan dapat menjadi sumber nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat jati diri masyarakat.
Kearifan lokal harus ditempatkan sebagai landasan dalam membangun hubungan antarlembaga dan antarmasyarakat. Nilai-nilai seperti Tonda Talusi—Tokoh Adat, Tokoh Agama, dan Pemerintah—serta semangat Nosarara Nosabatutu, Sintuvu, Mosimpotove, Mosipeili, dan Mosimpoasi dapat menjadi modal sosial dalam membangun kehidupan yang harmonis, beradab, dan sejahtera.
Karena itu, kemajuan kebudayaan hendaknya diarahkan pada tiga tujuan utama: melestarikan warisan budaya, mengembangkan kreativitas dan inovasi budaya, serta menjadikan budaya sebagai kekuatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Dengan komunikasi lintas lembaga yang kuat dan kemitraan dengan dunia usaha, kebudayaan tidak hanya dipelihara, tetapi dihidupkan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang. Inilah semangat membangun kebudayaan berbasis kearifan lokal menuju masyarakat yang berbudaya, berdaya saing, mandiri, dan sejahtera menuju Sulteng Nambaso. (*)
*Sekretaris Umum BMA Provinsi Sulawesi Tengah / Pegiat Budaya











