Palu

Ditanya Kapan Berakhir Pemadaman Bergilir, PLN Palu Ajak Masyarakat Berdoa

×

Ditanya Kapan Berakhir Pemadaman Bergilir, PLN Palu Ajak Masyarakat Berdoa

Sebarkan artikel ini
BERI KETERANGAN - Suasana keterangan pers jajaran manajemen PLN UP3 Palu yang dihadiri oleh Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran Fuad, Asisten Manajer Perencanaan Made Agus, serta Natalia dari Bagian Keuangan dan Umum, Jumat (6/11/2026). FOTO: NARATORIA

PALU – PT PLN (Persero) UP3 Palu belum dapat memastikan secara pasti kapan jadwal pemadaman listrik bergilir akibat krisis daya dapat disudahi secara total.

Menghadapi kondisi alam dan dampak El Niño yang masih melanda, pihak manajemen mengajak masyarakat untuk bersama-sama berdoa kepada Tuhan agar cuaca segera berubah dan hujan segera turun.

Hal tersebut mengemuka dalam sesi keterangan pers jajaran manajemen PLN UP3 Palu yang dihadiri oleh Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran Fuad, Asisten Manajer Perencanaan Made Agus, serta Natalia dari Bagian Keuangan dan Umum, Jumat (6/11/2026).

Ketika ditanya mengenai kepastian batas waktu pemadaman bergilir yang kerap dikeluhkan warga, termasuk akibat ketidaksesuaian jadwal di lapangan, Asisten Manajer Perencanaan Made Agus menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya keras mengoptimalkan sistem.

Namun disebut faktor cuaca ekstrem dan surutnya debit air di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) utama menjadi kendala terbesar yang berada di luar kendali teknis murni.

“Kita ya berdoalah kepada Tuhan agar segera turun hujan, sehingga pembangkit-pembangkit PLTA kita yang besar-besar ini bisa kembali normal. Dengan begitu terpenuhi kebutuhan daya listrik kita,” ujar Made Agus saat memberikan penjelasan.

Ia menambahkan, penurunan debit air yang drastis seperti yang terjadi pada PLTA Poso dan beberapa pembangkit air lainnya membuat pasokan daya mengalami defisit besar.

Meskipun PLN telah berupaya melakukan percepatan pengoperasian pembangkit sewa berkapasitas total 62 Megawatt (MW) secara bertahap di berbagai wilayah sistem grid Sulawesi, pemadaman terpaksa tetap dijalankan sebagai langkah pengamanan agar tidak terjadi blackout atau padam total secara sistem.

Senada dengan hal tersebut, Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran Fuad, menambahkan bahwa pembebanan dan penjadwalan pemadaman sangat bergantung pada proyeksi beban harian dan kondisi cuaca di tengah masyarakat.

Peningkatan penggunaan pendingin ruangan (AC) akibat cuaca panas yang ekstrem turut membuat lonjakan beban puncak melonjak tajam.

“Bukan hanya air yang kurang, beban penambahan beban pelanggan itu bertambah karena panasnya luar biasa. Makanya kami juga mengimbau masyarakat sedikit lebih efisien dalam penggunaan listriknya,” ungkap Fuad.

Selain faktor alam, pihak PLN juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian kabel dan komponen gardu yang kerap memperparah pemadaman di sejumlah titik.

PLN berharap partisipasi aktif warga untuk segera melapor melalui Contact Center PLN 123 atau aplikasi PLN Mobile apabila menemukan gangguan maupun oknum mencurigakan di lapangan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *