HeadlineSulteng

Direktur RSUD Undata Sebut Petisi Nakes Tidak Mewakili Seluruh Pegawai

×

Direktur RSUD Undata Sebut Petisi Nakes Tidak Mewakili Seluruh Pegawai

Sebarkan artikel ini
BERI KETERANGAN - Direktur RSUD Undata, Jumriani, memberikan klarifikasi terkait beredarnya petisi atau surat terbuka yang mengatasnamakan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Undata Palu, Selasa (3/11/2026). FOTO: NARATORIA

PALU – Direktur RSUD Undata, Jumriani, memberikan klarifikasi terkait beredarnya petisi atau surat terbuka yang mengatasnamakan tenaga kesehatan (nakes) RSUD Undata Palu.

Dalam keterangannya, Jumriani menegaskan bahwa isi petisi tersebut tidak mewakili suara seluruh nakes maupun perawat yang bertugas di rumah sakit tersebut.

Menurut Jumriani, pihaknya langsung bergerak cepat memanggil seluruh kepala ruangan dan kepala instalasi untuk meminta kejujuran serta klarifikasi mendalam begitu isu tersebut mencuat di media.

“Begitu keluar di media, saya panggil semuanya rapat. Saya tanya satu-satu kepala ruangan dan kepala instalasi. Dari hasil komunikasi tersebut, terungkap bahwa petisi itu tidak mendasar dan tidak ada yang menandatangani secara resmi atas nama perawat atau nakes secara menyeluruh,” ujar Jumriani kepada awak media, pada Selasa (3/11/2026).

Soal Jasa Medis dan Aturan Permendagri

Terkait sorotan mengenai kesejahteraan dan jasa medis, Jumriani menjelaskan bahwa pembagian jasa medis selama ini telah berpedoman pada aturan yang berlaku, yaitu Permendagri Nomor 79 Tahun 2018.

Kebijakan tersebut juga telah melalui audit oleh pihak Inspektorat dan Dewan Pengawas (DTK) guna memastikan kesesuaian hukum serta menghindari risiko kesalahan pembayaran yang dapat merugikan pegawai di kemudian hari.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan media apabila belum dapat merespons atau membalas seluruh pesan WhatsApp satu persatu akibat tingginya intensitas tugas dan pesan yang masuk.

Terus Berbenah dan Utamakan Pelayanan

Jumriani menegaskan bahwa manajemen bersama seluruh jajaran tidak pernah berhenti bekerja dan melakukan perbaikan setiap harinya. Pihaknya membuka ruang dialog seluas-luasnya bagi internal rumah sakit untuk menyampaikan masukan secara langsung demi menjaga mutu pelayanan dan keselamatan pasien (patient safety).

Ia berharap persoalan ini tidak diperkeruh oleh pihak luar maupun digiring ke dalam opini negatif yang dapat mencederai kredibilitas RSUD Undata.

“Saya harap ini tidak berlarut-larut dan digoreng ke kiri dan ke kanan. Mari kita jaga bersama rumah sakit ini untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *