PendidikanSulteng

Untad Buka Program Dokter Spesialis, Pemprov Siap Dukung Biaya Pendidikan

×

Untad Buka Program Dokter Spesialis, Pemprov Siap Dukung Biaya Pendidikan

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA -Wakil Gubenur Sulteng, dr Reny A Lamadjido, dan Rektor Prof Amar, didampingi pejabat terkait foto bersama di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Kamis (13/02/2026). FOTO: IST

PALU – Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) secara resmi meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Penyakit Dalam pada Kamis (13/02/2026) di Aula Fakultas Kedokteran Untad.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Gubenur Sulteng, dr Reny A Lamadjido, dan Rektor Prof Amar, didampingi jajaran dan pejabat terkait.

Dalam laporannya, Dekan FK Untad Dr. dr. M. Sabir, M.Si., menyampaikan bahwa pembukaan PPDS ini merupakan bagian dari transformasi pembangunan kesehatan nasional. Kebijakan ini selaras dengan prioritas nasional dalam percepatan peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis.

“Kebijakan ini merupakan prioritas nasional untuk mempercepat akselerasi peningkatan akses dan mutu pendidikan tenaga medis, sekaligus membuka peluang bagi universitas di wilayah strategis untuk menyelenggarakan pendidikan spesialis tanpa mengabaikan standar mutu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, terdapat tiga target utama yang ingin dicapai, yakni ketersediaan tenaga kesehatan dalam jumlah yang cukup, distribusi yang merata, serta penguatan kolaborasi antar-institusi pendidikan kedokteran guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Di akhir laporannya, Dekan FK Untad memohon dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan pimpinan universitas agar program ini dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya secara daring, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menyampaikan apresiasi atas dibukanya tiga PPDS di FK Untad sebagai bagian dari program nasional percepatan pemenuhan tenaga medis spesialis dan subspesialis.

“Peluncuran PPDS FK Untad merupakan capaian nyata dalam program akselerasi pemenuhan dan distribusi tenaga medis spesialis di Indonesia untuk mewujudkan Asta Cita dan Indonesia Emas 2045,” ungkapnya.

Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat berperan aktif dalam mendukung pengembangan program melalui pembiayaan pendidikan, pemberian insentif, serta penguatan rumah sakit pendidikan milik pemerintah daerah.

Sementara itu, mewakili Dekan FK Unhas, Wakil Dekan Bidang Akademik FK Unhas menegaskan bahwa pembukaan program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional dan program quick win dalam percepatan pemenuhan dokter spesialis, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa peluncuran PPDS FK Untad merupakan momentum strategis bagi penguatan layanan kesehatan di Sulawesi Tengah.

“Launching hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan dokter spesialis yang unggul secara keilmuan dan luhur dalam pengabdian,” tegas Rektor.

Menurutnya, penyelenggaraan PPDS harus diiringi penguatan mutu akademik, peningkatan kompetensi dosen, serta kolaborasi erat antara universitas, rumah sakit, pemerintah daerah, dan organisasi profesi.

Keberhasilan program ini, lanjutnya, akan diukur dari kualitas lulusan yang mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat serta mendukung pemerataan tenaga dokter spesialis di Indonesia Timur.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr Reny Lamadjido dalam sambutannya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulteng dalam mendukung keberlangsungan PPDS di Untad, baik secara moral maupun melalui penyediaan sarana dan prasarana penunjang pendidikan.

“Pemerintah Provinsi siap mendukung sarana dan prasarana untuk PPDS ini,” tegasnya.

Menurutnya, pembukaan PPDS di Untad sejalan dengan program “Berani Sehat” dan “Berani Cerdas” Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Ia menilai, kebutuhan dokter spesialis di berbagai daerah di Sulawesi Tengah masih tinggi, sehingga kehadiran program ini diharapkan mampu mengurangi ketimpangan distribusi tenaga medis.

Selain dukungan fasilitas, Pemprov juga menyatakan kesiapan membantu pembiayaan pendidikan sebagai investasi jangka panjang peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *