PALU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu terus berupaya mengoptimalkan pengelolaan dan penanganan sampah di wilayah Kota Palu. Salah satu langkah strategis yang kini tengah dipacu adalah penguatan Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Recycle, Reduce (TPS3R) di sektor tengah.
Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir, menjelaskan bantuan yang diterima dari Pemerintah Pusat Rp1,5 miliar atas Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, akan dioptimalkan untuk memperkuat fungsi TPS3R agar pengelolaan sampah di tingkat tengah berjalan sesuai harapan.
“Dana Rp1,5 miliar itu diarahkan benar-benar fokus pada penanganan sampah di sektor tengah, dalam hal ini TPS3R. Pak Wali Kota menginginkan agar TPS3R betul-betul berfungsi secara fungsional untuk menangani masalah di sektor tengah, bukan sekadar membagi rata anggaran,” ujar Ibnu Mundzir, Kamis (24/9/2026).
Ibnu menambahkan, TPS3R yang sudah mapan seperti di Silae dan Petobo akan dikembangkan kapasitasnya. Jika sebelumnya TPS3R tersebut mampu mengelola 1 hingga 2 ton sampah per hari, ke depan diharapkan meningkat hingga 5 sampai 6 ton per hari dengan jangkauan beberapa kelurahan di sekitarnya.
Hal ini sejalan dengan prinsip penanganan sampah dari hulu agar beban TPA tidak semakin berat dan memiliki umur pakai yang lebih panjang.
“Ini kita harapkan dapat mereduksi volume sampah dari hulu sebelum diangkut ke TPA,” ucap dia.
Ibnu menambahkan dalam Anggaran Perubahan tahun ini, usulan DLH Kota Palu mengalami kenaikan hingga mencapai sekitar Rp8,6 miliar. Kenaikan ini dialokasikan untuk pemenuhan biaya operasional kebersihan yang sebelumnya dialokasikan 9 bulan menjadi 12 bulan penuh.
Selain itu, anggaran tersebut juga digunakan untuk pembenahan K3 di TPA, pembuatan ecothrough sesuai arahan Gakkum, serta penyusunan dokumen daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. (*)











