PALU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu mencatat armada pengangkut sampah masih menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga kebersihan kota secara optimal.
Saat ini, jumlah armada roda tiga (R3), roda empat (R4) maupun roda enam (R6) yang beroperasi di wilayah Kota Palu masih belum ideal.
Sekretaris DLH Kota Palu, Ibnu Mundzir, menerangkan pihaknya masih mengalami kekurangan puluhan unit kendaraan operasional pengangkut sampah untuk mencakup seluruh wilayah kelurahan.
“Saat ini kita masih kekurangan armada R4 dan R6,” terang Ibnu, Kamis (24/9/2026).
Dia mengungkapkan, saat ini, armada R6 yang dimiliki Pemkot Palu berjumlah sekitar 32 unit yang difokuskan untuk jalur utama dan volume sampah besar di bawah penanganan langsung DLH. Sementara itu, untuk armada R4 terdapat sekitar 70-an unit yang pengoperasiannya menyasar kelurahan di Palu.
Dengan keterbatasan ini menyebabkan beberapa kelurahan hanya dilayani oleh satu unit armada R4, sehingga proses pengangkutan sampah pemukiman menjadi kurang maksimal.
“Roda empat itu kekurangan 22 unit karena masih ada kelurahan yang armada pengangkutnya cuma satu unit. Untuk R6 kita ada sekitar 32 unit dan masih kurang 10 unit lagi. Sedangkan untuk R3, kita harapkan tiap kelurahan bisa bertambah untuk membantu operasional TPS3R,” tambahnya.
Untuk mengatasi defisit armada tanpa membebani APBD secara drastis, DLH Kota Palu telah mengusulkan bantuan pengadaan armada melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP) yang didanai oleh Bank Dunia.
Kata Ibnu, Pemerintah Kota Palu berharap usulan tersebut dapat terealisasi pada tahun depan sehingga seluruh kekurangan armada dapat terpenuhi secara bertahap.
“Mudah-mudahan tahun depan kekurangan armada bisa dipenuhi,” ujar Ibnu. (*)











