POSO – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar kegiatan Jurnalis Update Triwulan III Tahun 2026 di Aula The Bali Cottage Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Selasa (13/10/2026) malam.
Dalam giat tersebut, Kepala OJK Sulteng, Bonny Hardi Putra, memaparkan perkembangan indikator utama sektor jasa keuangan di wilayah Sulawesi Tengah.
Bonny menyampaikan indikator utama kinerja perbankan di Sulawesi Tengah, terdiri dari total aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan penyaluran kredit, secara umum menunjukkan tren pertumbuhan positif secara tahunan (year-on-year).
“Jika kita melihat perkembangan aset, DPK, dan kredit, rata-rata menunjukkan tren kenaikan. Hal ini mengindikasikan bahwa aktivitas perekonomian masyarakat di Sulawesi Tengah terus berkembang dan berjalan dengan baik,” ungkap Bonny.
Berdasarkan data OJK hingga Juli 2026, total aset perbankan di Sulawesi Tengah mencapai Rp92,04 triliun, tumbuh sebesar 19,55% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
DPK tercatat sebesar Rp43,15 triliun, meningkat 11,24% (yoy), dengan porsi terbesar didominasi oleh dana tabungan. Sedangkan total penyaluran kredit tumbuh 18,06% (yoy) hingga mencapai Rp67,91 triliun.
Fungsi intermediasi perbankan juga berjalan dinamis, ditunjukkan dengan rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 157,37% per Juli 2026.
Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga aman di bawah ambang batas risiko, di mana rasio Non-Performing Loan (NPL) perbankan berada di tingkat 1,89%.
Dari sisi porsi penyaluran kredit, sektor Rumah Tangga mencatatkan baki debet terbesar (39,78%), disusul oleh Industri Pengolahan (19,75%) serta Perdagangan Besar dan Eceran (13,58%).
Adapun kontribusi penyaluran kredit bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencapai Rp18,01 triliun atau 26,53% dari total kredit perbankan, yang didominasi oleh segmen kredit mikro.
Selain memaparkan sektor perbankan, Bonny menyebut OJK Sulteng terus melakukan penguatan perlindungan konsumen serta pemberantasan aktivitas keuangan ilegal melalui Satgas PASTI dan Indonesia Anti Scam Center (IASC).
Berbagai upaya edukasi dan literasi keuangan terus digalakkan secara preventif ke seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk jasa keuangan yang resmi dan aman. (*)











