Pendidikan

FKIP Untad Kolaborasi Perkuat Literasi Sejarah

×

FKIP Untad Kolaborasi Perkuat Literasi Sejarah

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA - Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tadulako (Untad) digandeng UPT Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan Museum Goes to Campus di Aula FKIP, Senin (26/10/2026). FOTO: IST

PALU – Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Tadulako (Untad) digandeng UPT Museum dan Taman Budaya Provinsi Sulawesi Tengah menyelenggarakan kegiatan Museum Goes to Campus di Aula FKIP, Senin (26/10/2026).

Kegiatan berupa kuliah umum yang diikuti dosen dan mahasiswa ini merupakan program perdana yang dilaksanakan sejak museum didirikan pada tahun 1978.

Agenda tersebut menghadirkan narasumber Kepala UPT Museum dan Taman Budaya Sulteng Dr. Rim, M.Hum., Dekan FKIP Dr. Jamaludin, M.Si., serta Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah Dr. Hasan, M.Hum.

Dekan FKIP Dr. Jamaludin, M.Si., memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan program ini dan menyampaikan penghargaan karena kegiatan ini menjadi momen bersejarah sejak berdirinya museum.

“Keberadaan museum sangat penting bagi lingkungan FKIP. Salah satu bentuk peran nyatanya terlihat dari kontribusi dalam mendukung penyelesaian studi mahasiswa, di mana banyak mahasiswa kami yang melakukan penelitian dan penyelesaian tugas akhir di museum,” ungkap Dr. Jamaludin.

Sementara itu, Koordinator Program Studi Pendidikan Sejarah Dr. Hasan, M.Hum., menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat pemahaman sejarah secara praktis di luar ruang kelas.

“Kegiatan ini menjadi ruang pembuktian bahwa museum dan dunia akademik harus terus berjalan berdampingan. Kami berharap sinergi antara program studi dan pihak museum dapat terus diperkuat guna mendukung peningkatan literasi sejarah para mahasiswa,” ujar Dr. Hasan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala UPT Museum dan Taman Budaya Sulteng Dr. Rim, M.Hum., menegaskan komitmennya untuk membawa museum lebih dekat kepada kalangan akademisi.

“Program Museum Goes to Campus ini dirancang untuk mendekatkan nilai-nilai sejarah dan kebudayaan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa. Melalui program perdana ini, kami berharap dapat mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dalam menjaga serta melestarikan warisan budaya daerah Sulawesi Tengah,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *