PALU – Bank Mandiri Area Palu bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan darurat bagi korban gempa bumi yang melanda wilayah Kabupaten Sigi, baru-baru ini.
Dipimpin langsung oleh tim tanggap cepat, aksi kemanusiaan ini difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi di titik-titik terdampak paling parah.
Area Head Bank Mandiri Area Palu, Andi Sibly, menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh korban. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Bank Mandiri berkomitmen untuk senantiasa hadir di garis depan dalam membantu pemulihan masyarakat pascabencana.
“Begitu gempa terjadi, tim tanggap cepat kami langsung bergerak melakukan pendataan aset, memastikan keselamatan pegawai, dan segera turun ke lapangan untuk menyalurkan bantuan. Kami ingin memastikan hadir pertama dan terdepan meringankan beban saudara-saudara kita,” ujar Andi Sibly, Kamis (25/6/2026).
Untuk memastikan penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran, Bank Mandiri membagi distribusi ke empat wilayah sasaran utama di Kabupaten Sigi, baik secara langsung ke posko pengungsian maupun melalui jalur koordinasi resmi:
• Desa Palolo: Disalurkan via BPBD Kabupaten Sigi untuk percepatan penanganan awal.
• Desa Kamarora A: Menyasar wilayah pemukiman padat yang mencakup lebih dari 400 rumah terdampak.
• Desa Kamarora B: Menyasar area pengungsian dengan rumah terdamlak sekitar 300.
• Desa Kadidia: Menyasar titik pengungsian mandiri dengan dampak kerusakan kurang lebih 100 rumah.
Berdasarkan hasil koordinasi mengenai kebutuhan mendesak di lapangan, Bank Mandiri mengirimkan armada pengangkut yang membawa perlengkapan dengan rincian sebagai berikut: 100 pcs Terpal (Ukuran 6×8 m), 140 pcs Tikar Foam (Ukuran 120×180 cm), 120 pcs Selimut Bludru, 90 dos Mie Instan, dan 85 dos Air Mineral.
Berikutnya, 5 dos Tisu Basah, 5 dos Sabun Mandiri, 2 dos Pasta Gigi, 2 dos Sikat Gigi, dan 3 dos Shampoo Sachet. Andi Sibly menambahkan, sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Bank Mandiri memegang teguh prinsip bahwa keberadaan perusahaan harus membawa dampak nyata secara sosial, tidak sekadar berfokus pada aktivitas bisnis semata.
“Mandiri adalah bagian tidak terpisahkan dari masyarakat Sulawesi Tengah. Di saat sulit seperti ini, social responsibility kami harus benar-benar menyentuh dan membantu menghangatkan malam-malam para pengungsi di tenda-tenda darurat,” pungkas Andi Sibly. (*)











