PALU – Wisuda ke-138 Universitas Tadulako rangkaian Dies Natalis ke-45 Untad berlangsung istimewa dengan kehadiran Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Andi Amran Sulaiman. Kegiatan berlangsung khidmat di Auditorium Untad, Palu, Kamis (20/8/2026).
Rangkaian prosesi wisuda dibuka secara resmi oleh Ketua Senat Untad, Prof. Djayani Nurdin, dengan total 1.018 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan.
Dalam ajang kelulusan ini, Nur Aulia Rahma dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 serta masa studi 3 tahun 8 bulan 25 hari.
Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., dalam pesan almamater menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran Mentan RI.
“Atas nama civitas Universitas Tadulako, kami mengucapkan terima kasih untuk Bapak Menteri dan jajaran yang berkenan hadir dalam wisuda rangkaian Dies Natalis Untad,” ucap Rektor.
Kepada para wisudawan, ia sampaikan makna perjuangan, ketekunan, dan peran doa orang tua di balik keberhasilan akademik. Rektor mengingatkan agar para alumni senantiasa berterima kasih dan kembali kepada keluarga yang selalu mendukung langkah mereka.
Selain itu, Prof. Amar memaparkan berbagai inovasi serta riset unggulan sektor pertanian yang tengah dikembangkan kampus dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Rektor menambahkan dalam usia 45 tahun, Untad terus mengambil peran dalam pembangunan dan penguatan ekonomi daerah, termasuk mendukung kemandirian pangan melalui berbagai program, yang salah satunya KKN kolaborasi Universitas Tadulako dengan UGM di Kabupaten Donggala.
Sementara itu, Mentan RI Amran Sulaiman memberikan orasi ilmiah dan motivasi kepada para lulusan. Poin penting yang ditekankan oleh Mentan adalah mendorong para alumni Universitas Tadulako untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, melainkan tangguh menjadi pencipta lapangan kerja.
”Jangan cari lowongan kerja, tapi ciptakanlah. Alumni-alumni Tadulako harus bisa sukses. Tapi kalau mau sukses harus siap dulu gagal,” tegas Amran di hadapan para wisudawan.
Usai menyampaikan sambutan, Mentan membuka sesi interaktif tanya jawab bersama wisudawan dan civitas akademika Untad. Dalam sesi tersebut, para penanya mendapatkan apresiasi berupa bantuan alat dan keperluan pertanian serta sebagian menerima uang tunai langsung dari Mentan RI.
Rangkaian kunjungan kerja Mentan di Universitas Tadulako ditutup dengan aksi penghijauan. Mentan RI melakukan penanaman pohon di halaman depan Rektorat Untad sebagai simbol komitmen kelestarian lingkungan.
Mentan didampingi Rektor Untad Prof. Amar, Panglima Kodam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar, Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Nasri, serta jajaran pejabat daerah terkait.
Tercatat, deretan lulusan terbaik dari setiap jenjang program studi Wisuda Angkatan ke-138, dari setiap jenjang program studi masing-masing; Nur Aulia Rahma (A11122050) dari Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Selain meraih predikat lulusan terbaik tingkat fakultas, ia ditetapkan sebagai Wisudawan Terbaik Tingkat Universitas dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,96 predikat Pujian serta masa studi 3 tahun 8 bulan 25 hari.
Pada jenjang pascasarjana dan profesi, predikat wisudawan terbaik Program Doktoral disandang oleh Nursupiamin (A20323007) dari Program Studi Pendidikan Sains dengan IPK sempurna 4,00 predikat Pujian dan masa studi 2 tahun 8 bulan 10 hari.
Sementara itu, gelar lulusan terbaik Program Magister diraih Fitria Amanda (P10224054) dari Kesehatan Masyarakat yang menuntaskan studi dalam waktu 1 tahun 4 bulan 29 hari ber-IPK 3,97 predikat Pujian.
Di kancah pendidikan profesi, Sylvia Tamara Siburian (N11123088) menjadi yang terbaik di Program Profesi Dokter dengan IPK 3,92 predikat Sangat Memuaskan dalam masa studi 2 tahun 2 hari.
Di saat bersamaan, Salama (F6142550114) memimpin Program Profesi Insinyur setelah meraih IPK sempurna 4,00 predikat Pujian dalam kurun waktu tepat 1 tahun.
Prestasi memukau dari jenjang sarjana turut ditorehkan oleh para wakil fakultas. Dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Vanessa Joy Tjoantho (B30122019) dari program studi Antropologi berhasil mengukir IPK 3,97 predikat Pujian dengan masa studi 3 tahun 10 bulan 23 hari.
Rekor IPK setara juga diraih oleh Adinda Ardayani (P10122042) dari Fakultas Kesehatan Masyarakat yang menuntaskan studi dalam 3 tahun 9 bulan 28 hari berpredikat Pujian.
Fakultas Hukum meluluskan Rizky Sabrina (D10122811) dari prodi Ilmu Hukum sebagai yang terbaik dengan IPK 3,94 predikat Pujian. Angka IPK serupa diraih Dagel Teguh Iank Putra (G10122015) dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada prodi Fisika dengan masa studi 3 tahun 9 bulan 29 hari berpredikat Pujian.
Selanjutnya, Fakultas Ekonomi dan Bisnis diwakili oleh Dedi Sugala (C20122123) dari prodi Manajemen dengan IPK 3,92 predikat Pujian, diikuti oleh Suryadi (E28122047) dari prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian yang membukukan IPK 3,90 predikat Pujian.
Dari Fakultas Teknik, Amanda Betania Maritza (F55122032) dari Teknik Informatika tampil sebagai yang terbaik ber-IPK 3,89 predikat Pujian.
Daftar wisudawan terbaik tingkat fakultas dilengkapi oleh Maria Delsirianti (L13122315) dari Fakultas Kehutanan prodi Kehutanan dengan IPK 3,85 predikat Pujian, Riska Ryanti (O12122285) dari Fakultas Peternakan dan Perikanan prodi Peternakan ber-IPK 3,84 predikat Pujian, serta Fadilla Mulsafitri Mojang (N10122013) dari Fakultas Kedokteran prodi Kedokteran yang meraih IPK 3,14 predikat Sangat Memuaskan.
Adapun pada kategori Program Sarjana Terapan, predikat lulusan terbaik berhasil disandang oleh Fayza J. DG. Pali (C30422034) dari program studi Akuntansi Sektor Publik dengan raihan IPK 3,79 predikat Pujian dan masa studi 3 tahun 5 bulan 18 hari.
Keberhasilan seluruh wisudawan terbaik ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Tadulako dalam mencetak sumber daya manusia unggul, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi kemajuan bangsa. (*)











