HeadlineKriminal

Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Duyu Palu: Ketersinggungan Diduga Pemicu, Korban dan Pelaku Rekan Kerja

×

Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Duyu Palu: Ketersinggungan Diduga Pemicu, Korban dan Pelaku Rekan Kerja

Sebarkan artikel ini
TKP PEMBUNUHAN - Tampak suasana TKP pembunuhan yang sudah terpasang garis Polisi (Police Line) dipadati warga di di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kota Palu, Senin, 27 Juli 2026. FOTO: NARATORIA

PALU – Peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang ayah dan anak balitanya di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kota Palu, pada Minggu (26/7/2026) malam sekitar pukul 22.30 WITA, diduga kuat dipicu oleh rasa ketersinggungan serta persaingan antar-karyawan atau rekan kerja Rumah Pemotongan Ayam.

Saksi mata sekaligus tetangga Tempat Kejadian Perkara (TKP), Bahtiar (49), mengungkapkan bahwa korban dan terduga pelaku berinisial AK bekerja di bawah naungan pemilik usaha pemotongan ayam yang sama.

Diduga kuat, perselisihan dan rasa sakit hati terkait urusan pekerjaan menjadi pemantik utama aksi nekat terduga pelaku.

“Korban baru sekitar dua minggu dipindahkan untuk bertugas dan tinggal di tempat pemotongan ayam ini. Mereka asalnya dari Sulawesi Selatan,” terang Bahtiar kepada awak media, Senin, 27 Juli 2026.

Sebelum peristiwa penyerangan terjadi, sempat berembus kabar mengenai adanya ketidaksenangan serta gesekan antar-pekerja.

Bahtiar menceritakan bahwa di antara sesama karyawan diduga terjadi saling lapor atau pembicaraan di belakang mengenai kinerja kepada pemilik usaha.

Hal tersebut memicu kecemburuan dan rasa sakit hati hingga berujung pada aksi penganiayaan

Kronologi penemuan korban bermula saat Bahtiar hendak beristirahat di rumahnya yang berdekatan dengan TKP rumah berlantai dua. Tiba-tiba, ia dikagetkan oleh suara teriakan histeris dari arah tempat korban tinggal yang meminta tolong agar tidak dibunuh.

Mendengar hal tersebut, Bahtiar bersama warga sekitar langsung bergegas mendatangi lokasi kejadian. Saat warga sampai di lokasi, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam.

Terduga pelaku diperkirakan melarikan diri melompati bangunan bagian belakang. Di dalam rumah, warga menemukan korban laki-laki dan seorang perempuan (suami-istri) bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan di tempat kejadian.

Sementara itu, sang istri ditemukan masih sadarkan diri meski mengalami sejumlah luka tusuk di bagian tubuhnya. Adapun anak balita laki-laki mereka yang masih berusia sekitar dua tahun ditemukan tewas telungkup, yang diduga akibat dibekap saat situasi mencekam tersebut berlangsung.

“Kalau anaknya tidak ada saya lihat luka, kemungkinan kehabisan napas saat dibekap karena menangis agar tidak kedengaran keluar rumah,” ucap Bahtiar.

Informasi yang diketahui Bahtiar, ketiga korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu untuk penanganan medis bagi sang istri serta proses pemeriksaan lebih lanjut atau visum bagi korban yang meninggal dunia. Saat ini, istri korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *