PALU – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Palu, Hj. Diah Puspita, S.A.P., M.A.P., kembali melakukan pertemuan bersama para istri Ketua RT/RW serta Ketua RT/RW perempuan dari Kecamatan Palu Utara dan Kecamatan Tawaeli, Jumat (28/8/2026) di Rumah Jabatan Wali Kota Palu.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Palu serta para camat setempat.
Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita, mengatakan pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus ruang untuk berbagi informasi, menyerap aspirasi, serta mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat wilayah.
“Agenda kita malam ini adalah silaturahmi. Ini kali pertama saya bisa bersilaturahmi secara langsung dan bersama-sama dengan beberapa kecamatan. Mungkin sebagian dari kita sudah pernah bertemu dalam kegiatan PKK, tetapi Alhamdulillah malam hari ini kita dipertemukan dari dua kecamatan sekaligus,” ujar ketua.
Ketua Diah menyampaikan, kehadiran sejumlah pimpinan OPD dalam pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas, sehingga berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Selain silaturahmi, kita juga sharing. Mungkin ada permasalahan yang ingin disampaikan. Alhamdulillah saya ditemani kepala dinas yang luar biasa, yang selama ini membantu pelaksanaan program Pemerintah Kota Palu. Saya senang karena bisa mendapatkan ilmu sekaligus bersilaturahmi langsung dengan ibu-ibu,” katanya.
Menurut Diah, pembangunan Kota Palu harus dimulai dari lingkungan keluarga. Dalam hal tersebut, perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis.
“Apapun yang menjadi tujuan Pemerintah Kota Palu, semuanya dimulai dari keluarga. Kita perempuan memiliki peran yang sangat strategis. Keluarga kuat, masyarakat kuat, dan kalau masyarakat kuat, Kota Palu juga akan kuat,” ungkapnya.
Ketua Diah juga mengajak para perempuan untuk terus memberikan dukungan kepada suami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.
“Perempuan memiliki peran yang luar biasa dalam mendukung suami-suami kita. Kita perempuan luar biasa. Dengan doa kita, dengan dukungan kita, insyaallah suami semakin kuat dalam menjalankan tugasnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ketua Diah mengajak seluruh perempuan di tingkat RT dan RW untuk menjadi roda penggerak sekaligus agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, keberadaan PKK tidak hanya berhenti pada kelompok dasawisma, tetapi perlu diperkuat hingga tingkat RT dan RW sesuai aturan yang berlaku.
Karena itu, Ketua Diah mendorong agar kepengurusan atau kegiatan PKK dapat terbentuk dan aktif di masing-masing wilayah.
“Saya ingin mengajak semuanya dimulai dari perempuan. Kita adalah roda penggerak dan agen perubahan. Selama ini kita mengenal PKK sampai pada tingkat dasawisma, tetapi sekarang kita dorong agar PKK juga terbentuk sampai di tingkat RT,” jelasnya.
Ketua Diah berharap para ibu dapat mengambil peran aktif dalam menggerakkan kegiatan pemberdayaan keluarga di lingkungan masing-masing, baik di tingkat RT, RW, kelurahan maupun kecamatan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Diah juga menekankan pentingnya dukungan perempuan terhadap suami dalam menjalankan tugas, termasuk dalam menunjang kinerja dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kita perempuan sangat berpengaruh. Dengan support kita, tentu akan menunjang karier dan tugas suami kita. Saya minta tolong, mari kita support suami kita. Kalau bukan kita yang memengaruhi dan mendukung, siapa lagi?” ujarnya.
Selain itu, Ketua Diah membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi para perempuan di Kota Palu untuk dapat bertemu dan menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung.
“Saya mengajak ibu-ibu sekalian, kalau kebetulan saya sedang di Palu dan tidak ada kegiatan, silakan kita bertemu. Saya ingin komunikasi ini terus berjalan,” tambahnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan.
Ketua TP-PKK Kota Palu secara langsung mendengarkan berbagai aspirasi, masukan, hingga keluhan yang disampaikan para peserta.
Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat komunikasi antara TP-PKK Kota Palu, pemerintah wilayah, serta masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun keluarga yang tangguh dan masyarakat Kota Palu yang semakin kuat. (*)











