Ekonomi

Dorong Pelaku Usaha Lokal Tembus Pasar Global

×

Dorong Pelaku Usaha Lokal Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN ATK - Tampak Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno, didampingi pejabat terkait saat menyerahkan ATK secara simbolis kepada perwakilan peserta usai membuka kegiatan di Palu, pada Selasa, 14 Juli 2026. FOTO: NARATORIA

PALU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar Pelatihan Produksi Virgin Coconut Oil (VCO) di Kota Palu, Selasa (14/7/2026).

Langkah konkret ini dilakukan sebagai upaya mendorong para pelaku usaha lokal agar bisa naik kelas.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno, menerangkan bahwa program ini merupakan pelatihan wirausaha baru tingkat lanjutan.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kapasitas (upgrade) wirausaha lokal yang sebelumnya bergerak di skala kecil agar mampu berkembang menjadi lini usaha yang lebih besar, bahkan hingga menembus pasar global.

“Hari ini kami membuka pelatihan wirausaha baru lanjutan. Mereka kita latih untuk meningkatkan skala usahanya dari kecil menjadi wirausaha yang lebih besar lagi,” terang Sumarno kepada awak media di Palu, Selasa, 14 Juli 2026.

Sumarno mengungkapkan, pemilihan komoditas kelapa beserta turunannya dalam pelatihan ini didasarkan pada potensi kelapa di Sulawesi Tengah yang sangat melimpah.

Namun, selama ini komoditas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga nilai tambah ekonomi yang dirasakan oleh daerah maupun masyarakat masih minim.

​Oleh karena itu, fokus utama pelatihan ini diarahkan pada produksi minyak kelapa murni atau VCO. Pilihan ini diambil mengingat permintaan pasar terhadap produk VCO, baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional, saat ini masih sangat tinggi dan menjanjikan.

​Antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang cukup tinggi. Dari hampir 200 pendaftar yang masuk sejak beberapa bulan lalu, panitia menyaringnya hingga menyisakan 40 peserta terbaik.

Para peserta tersebut merupakan representasi dari 13 kabupaten/kota di seluruh wilayah Sulawesi Tengah, antara lain dari Buol, Toli-Toli, Banggai, Tojo Una-Una, dan Poso.

​Selama empat hari masa pelatihan intensif yang dijadwalkan berakhir pada Jumat mendatang, para peserta mendapatkan fasilitas penuh dari dinas terkait.

Seluruh akomodasi, mulai dari tempat tinggal, konsumsi, hingga uang transportasi ditanggung sepenuhnya untuk memastikan peserta dapat belajar dengan fokus.

​”Harapan besar kami, selepas pelatihan ini mereka bisa pulang ke daerah masing-masing sebagai pengusaha muda baru yang sukses memajukan produk turunan kelapa daerah,” ungkap Sumarno. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *