PALU – Universitas Tadulako (Untad) terus memantapkan langkahnya menuju perguruan tinggi berkelas dunia. Komitmen tersebut ditegaskan Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Ar. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng., saat membuka acara Sosialisasi Magang dan Beasiswa Luar Negeri (LN) di Gedung Prof. Drs. H. Aminuddin Ponulele (Auditorium Untad), Senin (24/8/2026).
Di hadapan sekitar 1.500 mahasiswa yang memadati auditorium, Prof. Amar menekankan pentingnya perubahan pola pikir (mindset) di tengah persaingan dunia kerja yang kian kompetitif dan tidak lagi terbatas pada skala lokal maupun nasional.
”Kita sudah terakreditasi Unggul sejak 2024, masuk 35 besar universitas terbaik di Indonesia, dan kegiatan kemahasiswaan kita berada di posisi 25 besar. Ini menjadi tantangan besar. Kita harus mengubah mindset untuk mampu bersaing di tingkat global,” tegas Prof. Amar.
Sebagai langkah nyata percepatan internasionalisasi, Prof. Amar mewajibkan para tenaga pendidik muda, baik CPNS, PNS, maupun P3K untuk melanjutkan studi perguruan tinggi di luar negeri. Pihak kampus juga telah menjalin kemitraan strategis, salah satunya dengan British Council untuk memfasilitasi pelatihan TOEFL, IELTS, hingga bahasa Mandarin.
Selain penguatan kapasitas dosen, Untad juga terus memacu program magang internasional bagi mahasiswa, termasuk program yang telah memasuki tahun ketiga di Jepang. Menurut Rektor, program tersebut tidak hanya memberikan uang saku dan sertifikat berstandar internasional, tetapi juga modal pengalaman yang bernilai tinggi.
”Jangan pernah takut bermimpi ke luar negeri. Pengalaman belajar dan bekerja di mancanegara adalah investasi penting untuk membangun karakter dan kompetensi. Mulai sekarang persiapkan CV, motivation letter, tingkatkan kemampuan bahasa asing, serta soft skills Anda,” pesan Rektor menutup arahannya.
Kegiatan sosialisasi ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, yakni Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Untad Dr. Sc. Agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., Pitrah Nur Alamsyah Patricia dari PT Mahadewa Teknologi Komputindo, serta perwakilan AIESEC Indonesia Salwa S. Batubara yang memaparkan materi secara daring. (*)











