Sulteng

Dishub Sulteng Jadi Sorotan, Diduga Ada Aktivitas Judol

×

Dishub Sulteng Jadi Sorotan, Diduga Ada Aktivitas Judol

Sebarkan artikel ini
Foto yang diterima awak media menampilkan salah satu komputer mengakses konten yang diduga terkait dengan aktivitas judol di ruangan IT Bidang Kepegawaian dan Umum Dishub Provinsi Sulteng Jl Kartini Palu, baru-baru ini. FOTO: IST

PALU – Dinas Perhubungan (Dushub) Provinsi Sulteng kembali menjadi sorotan. Kali ini, masyarakat menyampaikan informasi adanya dugaan aktivitas yang terkait judi online (judol) di Kantor Dishub Provinsi Sulteng, tepatnya ruangan IT Sub Bidang Kepegawaian dan Umum.

Disampaikan pula kecurigaan adanya ruangan yang seharusnya terbuka untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) kerap terkunci rapat, bahkan pada jam pelayanan rutin di pagi hari.

Kecurigaannya juga dikuatkan dengan foto yang diberikan kepada awak media menampilkan salah satu komputer mengakses konten yang terkait dengan judol di ruangan tersebut.

Sub Bidang Kepegawaian dan Umum sendiri dengan tupoksi Pelayanan Command Center Dishub, Pelayanan Administrasi Umum Kepegawaian, serta Operator Pelayanan IT.

“Masyarakat yang datang mngunjungi dan mau melaporkan keluhan masalah rambu yang ada di ruas jalan provinsi, staff yang di dapati hanya mnyebutkan kunci ruangan tersebut dipegang oleh operator IT dibawah naungan kasubag kepegawaian,” terangnya kepada awak media, Selasa, 19 Mei 2026.

Dilaporkan pula adanya aktivitas di luar jam kantor pada malam hari di Bidang Kepegawaian dan Umum yang berlangsung sejak akhir Januari hingga Mei ini.

“Ini sudah saya amati sejak Januari kemarin. Saya menduga fasilitas kantor, seperti komputer dan Wi-Fi, digunakan untuk judi online,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Kasubag Kepegawaian dan Umum Dishub Sulteng, Evon Ardhy Hedwin Tobanta, saat dihubungi awak media mengatakan belum mengetahui adanya aktivitas judol di bidang yang dipimpinnya.

“Saya baru dengar ini, saya tidak tahu. Nanti saya akan sidak dulu,” ujar Evon yang mengaku sedang cuti mendampingi istri melahirkan.

Disebut, adanya ruangan yang kerap tertutup karena pertimbangan keamanan dan harus menjaga suhu ruangan tetap dingin.

Terkait aktivitas malam, Evon menjelaskan bawahannya memang masuk malam karena berkutat dengan penyusunan program untuk pergeseran anggaran.

“Kalau saya sendiri tidak tahu bermain-bermain seperti itu. Ruangan kerja saya tidak memiliki komputer. Saya juga tidak mungkin mau periksa HP dan latop mereka [staf/pegawai],” tandas Evon. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *